Indramayu,lenteranews.info -
Partai Amanat Nasional (PAN) dan tim Uya Kuya memfasilitasi pemulangan jenazah Lilik Mulyani (37) pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Tenajar, kecamatan Kertasmaya, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, yang Meninggal di Negara Taiwan karena sakit.
Korban sendiri merupakan pekerja migran yang telah delapan tahun bekerja jadi asisten rumah tangga, bekerja jadi tukang kebun sayuran dan sampai jadi pelayan restoran di salah satu kota yang ada di negara Taiwan.
Menurut Uni (46) Kaka korban, "tahun dua ribu tuju belas waktu orang tua kami meninggal adik saya (Lilik Mulyani) minta berangkat jadi PMI di Taiwan, namun sempat dilarang sama saya tetapi Lilik Mulyani tetap maksa."tuturnya, rabu (26/3/2025).
Lanjut Uni, waktu adik kami berangkat ke Taiwan dengan keadaan sehat, namun baru lima bulan kerja jadi asisten rumah tangga di Taiwan Lilik Mulyani kabur dari majikannya.
Dalam kaburannya Lilik Mulyani kerja serabuat di ladang/kebun sayuran, dan waktu tahun dua ribu dua puluh lima bulan februari yang bersangkutan kerja di lestoran, karena tidak tahan lagi kerja dikebunan sampai kakinya bengkak. Ujar Uni.
Waktu tanggal sembilan belas februari Korban sempat telfon ke kakak laki-laki nya mengeluh dengan kesehatan dan keadaan di mest tempat korban bekerja karena tidak ada fasilitas yang memadai.
Dan korban sempat meminta ke kakak laki-lakinya agar segera buka/bikin nomor rekening, karena kata korban (Lilik Mulyani) dia ada tabungan dua puluh juta, namun belum sempat uang tersebut dikirimkan, kakak korban hilang kontak dengan adiknya tersebut.
"Waktu kami mengecek ke akun media sosialnya, di Facebook dan ke Whatsapp nya (medsos milik Lilik Mulyani) semua mati dan tidak ada kabar sama sekali tentang keberadaan adik kami."
Setelah tanggal dua puluh tujuh februari dua ribu dua puluh lima, saya dapat kabar dari orang desa Tenajar Lor bahwa adik saya Lilik Mulyani dikabarkan sedang sakit keras, padahal saya dapat kabar dari tanggal dua puluh satu adik saya sudah meninggal dan tergeletak di jalan, saya baru dapat kabar resmi tanggal empat maret dua ribu dua puluh lima Lilik Mulyani sudah meninggal.
"Rasanya lemas dan gemetar saat saya dapat kabar adik saya meninggal dunia, rasanya kaya mimpi dan tidak percaya bahwa adik saya meninggal secepat ini" Keluh Uni.
Sudah beberapa hari semenjak dapat kabar adik saya meninggal dan disaat kami sedang kebingungan, kami dapat kabar dari pihak KBRI di Taiwan, mengabari dan menyuruh kami segera bikin persyaratan dan suruh bikin surat kuasa, dan kami pun segera menguras nya.
"Alhamdulillah sekarang ada yang mengurusnya dari partai PAN dan tim Uya Kuya. "
Kami mengucapkan terimakasih kepada dim Uya Kuya dan partai PAN yang telah mengurus kepulangan jenazah adik kami Lilik Mulyani yang meninggal di negara Taiwan. Tutur Uni.
Ditempat yang sama Dedi Aryanto selaku Ketua DPD PAN Indramayu, saat diwawancarai, mengatakan, "Kami bersyukur PAN Indramayu menjadi bagian dari proses pemulangan jenazah almarhumah ibu Lilik Mulyani, bersama dengan pihak-pihak lain ada bang uya kuya (anggota DPR RI dari PAN), bang hasbulang (ketua frasksi PAN DPRD Prov. Jawa barat).
Ini adalah bentuk rasa kepedulian kami untuk membantu masyarakat Indramayu yang membutuhkan. Dan Insya Allah PAN Indramayu akan berusaha menjadi partai yg selalu "Bantu Rakyat". Papar Dedi Aryanto.
Uya Kuya bersama teman2 PMI dan para aktivis perlindungan PMI Pulangkan 2 jenazah WNI yg bekerja di Taiwan. 2 jenazah tersebut atas nama Alm. Andik Kristanto asal Madiun & Almh. Lilik Mulyani asal Indramayu.
Selain Uya Kuya juga banyak pihak yang memberikan donasi, antara lain teman-teman PMI (Pekerja Migran Indonesia) di seluruh dunia, ada juga Mbok Cikrak, Erica, Ibu Fenny, Toko Indo Allena, Toko Indo Leni, Team Woul, Gatot Kaca Korea, Musicta, Persatuan Anak-anak Lisan dan Pasukan Semut Miss Yuni TKW Hongkong.
Total biaya pemulangan 2 jenazah ini sejumlah 303 juta. Memang Faktanya biaya pemulangan jenazah dari Luar negeri ke Indonesia memang dirasa sangat mahal.
Kedua jenazah tersebut dipulangkan dalam satu hari yang sama dari Taiwan tapi ke tujuan bandara yg berbeda.
Almh. Lilik Mulyani mendarat di Jakarta bandara Soeta diterima langsung oleh Uya Kuya Anggota DPR RI Komisi IX. Ini sudah ke sekian kalinya Uya Kuya bersama Miss Yuni TKW Hongkong membantu kepulangan jenazah PMI yang meninggal di luar negeri.
(Arip)