masukkan script iklan disini
Di tengah heningnya suasana Ubud, kehadiran ogoh-ogoh
raksasa karya STT/Seka Teruna Teruni Banjar Pengosekan menambah warna
spiritualitas umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi.
Ogoh-ogoh ini bukan sekadar
karya seni, melainkan simbol yang menggambarkan pertempuran antara kebaikan dan
keburukan.
Dalam alur cerita yang dihadirkan, sang raksasa digambarkan sebagai
sosok yang mengusik kehidupan manusia dengan hasrat-hasrat negatif yang dapat
menghancurkan diri dan lingkungan sekitar.
Surya Pratama, narasumber ogoh-ogoh
tersebut, menjelaskan bahwa setiap detail dari karya ini tidak hanya
merefleksikan kebudayaan lokal, tetapi juga harapan untuk mendorong masyarakat
mengintrospeksi diri.
"Melalui simbolisme raksasa ini, kami ingin mengingatkan
bahwa kita berkuasa atas pilihan yang menentukan jalan hidup kita," ujarnya
dengan penuh semangat.
Karya tersebut menjadi ajang bagi anak muda untuk
berkolaborasi, menunjukkan kreativitas serta menjalin kebersamaan dalam
persiapan menuju prosesi yang sarat makna spiritual.
Acara prosesi ogoh-ogoh
tersebut diharapkan menarik minat wisatawan dan masyarakat lokal untuk turut
serta menyaksikan, menjadikan Ubud sebagai pusat perayaan yang menggugah
kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif. Dengan tema yang
kuat dan penuh makna, ogoh-ogoh ini tidak hanya menonjolkan keindahan seni,
tetapi juga menjadikannya sebagai media edukasi yang mengajak kita semua untuk
merenungkan tindakan dan pilihan dalam kehidupan sehari-hari.
(Kaperwil Witanto)