Padang Sambian,lenteranews.info -
Menggambarkan karakter Kaikeshi dari Wayang Ramayana, Ketundung Meme menghadapi dilema saat menjauh dari Surpanaka, yang tak terima cintanya ditolak.
Pertunjukan ini memunculkan ketegangan ketika Surpanaka menyerang Shinta, menciptakan konflik yang menyakiti hati ibu. Ketundung Meme menjadi simbol pertarungan antara keinginan dan kewajiban, mencerminkan ajaran dharma sebagai pedoman hidup.
Tragedi Kaikeshi dan Surpanaka mengingatkan orang tua untuk mendidik anak sesuai ajaran dharma, menghindarkan mereka dari kesalahan dan menanamkan nilai-nilai hidup yang baik. Tradisi ini pun berfungsi sebagai refleksi hubungan keluarga dan konsekuensi dari tindakan yang diambil.
(Red Witanto)