• Jelajahi

    Copyright © Lentera News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Isu Setoran Uang Judi Sabung Ayam Terkait Penembakan Tiga Polisi di Lampung Terbantahkan

    Senin, 24 Maret 2025, Maret 24, 2025 WIB Last Updated 2025-03-24T08:54:19Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     harian62.info -

    Isu tiga polisi yang menjadi korban penembakan saat pembubaran judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung telah menerima setoran uang mencuat beberapa waktu belakangan. Namun, bantahan langsung disampaikan oleh pihak keluarga korban.




    Istri Kapolsek Negara Batin AKP Anumerta Lusiyanto, Nia menjadi sosok yang membantah isu suaminya menerima setoran tersebut.




    Dia mengaku memang pernah ada orang suruhan Peltu Lubis yang mencoba menyogok AKP Lusiyanto dengan maksud agar bisnis judi sabung ayam berjalan lancar. Namun, Nia menuturkan sogokan tersebut dengan tegas ditolak oleh Lusiyanto.




    Sebagai informasi, Peltu Lubis diduga menjadi pelaku penembakan terhadap Lusiyanto dan dua anggota polisi lainnya yaitu Aipda (Anumerta) Petrus Aprianto dan Briptu (Anumerta) M Ghalib Surya Ganta.




    "Dia nyuruh orang kasih ke bapak agar sabung ayam itu berjalan, tapi bapak gak mau," tuturnya pada Sabtu (23/3/2025). Tak cuma sekali, Nia menyebut ada orang lain yang turut mencoba menyogok suaminya dengan uang sebesar Rp1 juta dan tetap berujung penolakan dari Lusiyanto.




    Dia menegaskan sikap suaminya yang anti sogok dan berniat memberantas perjudian berujung tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu. "Banyak yang tidak suka dia pemberantas judi, waktu itu oknum yang menembak itu mau kasih uang ke bapak,"




    "Saya lihat sendiri dengan mata saya sendiri melihat amplopnya dikasih Rp 1 juta, dia gak mau," kata Nia.




    Bantahan serupa juga disampaikan oleh istri dari Aipda Anumerta Petrus Apriyanto, Mirdawiani. Dia mengaku kecewa atas isu bahwa suaminya turut menerima uang setoran dari hasil judi sabung ayamKekecewaan Mirdawiani bertambah ketika isu tersebut berhembus di tengah duka meninggalnya sang suami.




    Dia pun memohon agar sidang kasus tewasnya Aipda Anumerta Petrus dan dua korban lainnya digelar secara militer.




    Bahkan, Mirdawiani sampai menyebut kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengabulkan permintaannya tersebut.




    "Terkait pemberitaan buruk dan fitnah yang sedang beredar yang ditujukan kepada ketiga anggota yang gugur tersebut."




    "Saya selaku istri Aipda Anumerta Petrus Apriyanto memohon kepada Bapak Prabowo Subianto, kepada Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI, Kompolnas, Bapak Kapolda Lampung, Bapak Pangdam II Sriwijaya untuk menggelar sidang militer secara terbuka dan disaksikan masyarakat Indonesia melalui TV dan media sosial," ucapnya, dikutip dari Tribun Lampung, Senin (24/3/2025).




    Kompolnas Turut Bantah Adanya Setoran ke Polisi


    Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mohammad Choirul Anam, turut membantah bahwa ketiga polisi yang menjadi korban penembakan menerima uang setoran dari bisnis judi sabung ayam tersebut.




    Bahkan, Anam mengaku memperoleh informasi bahwa AKP Lusiyanto pernah menegur Peltu Lubis agar menghentikan bisnis judi sabung ayam tersebut. Namun, sambungnya, teguran itu justru tidak digubris oleh Peltu Lubis.




    Anam mengatakan setelah ditegur, Peltu Lubis justru mencoba untuk menyogok AKP Lusiyanto agar tidak mengusik bisnis judi sabung ayamnya lagi.




    "Jadi upaya untuk korban atau Pak Kapolsek ini untuk mengingatkan Peltu Lubis untuk menghentikan upaya sabung ayam bolak-balik diingetin, ini sudah lama,"  "Ketika diingetin gitu, mereka berusaha untuk nyogok dan tegas katanya ditolak (Lusiyanto)" katanya dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (24/3/2025). Meski begitu, Anam mulanya tidak langsung percaya terkait informasi tersebut. 




    Untuk memastikannya, dia menyebut langsung melakukan pengecekan terhadap rumah AKP Lusiyanto.




    Dalam pengecekan tersebut, Anam meyakini bahwa AKP Lusiyanto memang tidak menerima sogokan dari Peltu Lubis dan terlibat dalam bisnis judi sabung ayam tersebut karena kondisi rumahnya yang sederhana.




    "Awalnya kami tidak percaya, masa ditolak. Tapi, ketika dicek rumahnya (AKP Lusiyanto) sangat sederhana dan berbeda jauh dengan rumah-rumah yang ada beberapa titik di lokasi situ yang ternyata masih berhubungan dengan dua oknum (Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah)," jelas Anam.




    Lebih lanjut, dia menyayangkan adanya penggiringan opini berupa isu bahwa AKP Lusiyanto dan dua korban penembakan lainnya yaitu Aipda (Anumerta) Petrus Aprianto dan Briptu (Anumerta) M Ghalib Surya Ganta turut menerima uang judi sabung ayam.

    "Itu yang membuat kami miris, janganlah digiring-giring. Ini ada tiga petugas negara yang meninggal," tegasnya.




    Kapolda Lampung Minta Isu Uang Setoran Dibuktikan

    Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika turut membantah isu setoran yang mengalir ke polisi terkait judi sabung ayam di wilayah hukum yang dipimpinnya. Helmy mengatakan, informasi tersebut harus dibuktikan dengan data maupun fakta yang valid. 




    "Saya tahu soal isu setoran itu," katanya saat diwawancarai, Jumat (21/3/2025) malam. Menurutnya, isu tersebut mencuat setelah ada unggahan di media sosial yang berkembang menjadi narasi yang menjadi konsumsi publik




    "Jika kita meruntut lagi jejak digital, itu kan diawali dari media sosial, yang menyebutkan ada chat atau percakapan antara Kapolsek dengan Peltu Lubis," ucapnya. 




    Helmy mengatakan, informasi itu harus dibuktikan, baik itu data maupun fakta yang valid.  "Buat kami, ini harus dibuktikan, data dan faktanya mana?" kata dia. Namun, demi memberikan kejelasan, pihak Mabes Polri dan Polda Lampung sudah melakukan kroscek serta klarifikasi atas isu setoran itu.




    "Dalam rangka merespons informasi itu, tim Propam, Irwasum Mabes, dan Polda sudah melakukan klarifikasi pengecekan apakah betul ada peristiwa itu atau tidak," katanya. 




    Kalaupun itu ada, Helmy mengatakan hal itu tidak boleh mengaburkan peristiwa sebenarnya, yakni terjadi hilangnya tiga nyawa personel Polda Lampung. "Ini adalah persoalan kemanusiaan yang perlu diselesaikan hingga tuntas," kata dia.  "Kemudian jika benar, datanya ada dan valid, silakan sampaikan, pasti akan kami tindak lanjuti. Rasanya Polri sudah terbiasa untuk bisa menindak anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran," tuturnya.




    Helmy menegaskan, isu-isu di luar fakta jangan menjadi narasi-narasi yang dapat membiaskan penyelidikan tim investigasi bersama.




    "Tolong berikan kepada tim kesempatan bekerja secara leluasa," kata dia.







    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Politik

    +